TOILET kini didesain senyaman mungkin. Bila perlu dilengkapi teknologi yang bisa membuat pengguna nyaman di toilet.
Toilet duduk yang memiliki tutup dan tempat duduk, yang bisa aktif digerakkan. Dilengkapi dengan penghangat kaki, speaker built-in dengan radio FM, dan jack input pemutar MP3. Semua fungsinya dikendalikan remote layar sentuh, yang bisa disetel hingga enam pengguna.
Toilet masa depan ini akan diluncurkan di Amerika Serikat akhir April 2011 dengan harga US$6300. David Kohler, CEO perusahaan pembuat toilet canggih itu mengatakan perangkat mahal tersebut dirancang bagi konsumen yang menginginkan desain dan teknologi terbaik. Dia mengklaim pasar toilet mewah akan kembali menguat di Amerika Serikat.
Toilet yang dinamakan Kohler Numi ini dirancang selama lima tahun dengan menelan biaya cukup besar. (pcworld/*/OL-12)
sumber:mediaindonesia.com
Showing posts with label Technology Knowledge. Show all posts
Showing posts with label Technology Knowledge. Show all posts
Thursday, April 21, 2011
100 Pusat Data AS Masuk Komputasi Awan
PEMERINTAH federal Amerika Serikat mengidentifikasi 100 pusat data yang bisa ditutup pada akhir tahun 2011, sebagai bagian dari upaya mengecilkan jumlah total pusat data.
Mereka menyiapkan sekitar 75 agensi yang diidentifikasi untuk kebijakan baru program komputasi awan atau layanan berbasis web. Kepala Informasi Federal, Vivek Kundra dan timnya membuat konsolidasi data center dan pergeseran teknologi yang difokuskan ke tombol awan.
Program komputasi awan ini menjadikan server lebih efisien dan pusat data yang lebih sedikit. Sejak rencana ini dirilis tahun lalu, Kundra bertindak cepat, menyerukan lembaga atau perusahaan untuk mengidentifikasi agensi yang tidak memerlukan pusat data dan membuat sistemnya berpindah ke layanan awan.
Dalam kasus perpindahan awan, Kundra mengatakan akan mengajukan persyaratan keamanan dan strategi pengadaan infrastruktur, untuk memindahkan program yang telah ada di sebuah perusahaan atau agensi.(washingtonpost/*/OL-12)
sumber:mediaindonesia.com
Mereka menyiapkan sekitar 75 agensi yang diidentifikasi untuk kebijakan baru program komputasi awan atau layanan berbasis web. Kepala Informasi Federal, Vivek Kundra dan timnya membuat konsolidasi data center dan pergeseran teknologi yang difokuskan ke tombol awan.
Program komputasi awan ini menjadikan server lebih efisien dan pusat data yang lebih sedikit. Sejak rencana ini dirilis tahun lalu, Kundra bertindak cepat, menyerukan lembaga atau perusahaan untuk mengidentifikasi agensi yang tidak memerlukan pusat data dan membuat sistemnya berpindah ke layanan awan.
Dalam kasus perpindahan awan, Kundra mengatakan akan mengajukan persyaratan keamanan dan strategi pengadaan infrastruktur, untuk memindahkan program yang telah ada di sebuah perusahaan atau agensi.(washingtonpost/*/OL-12)
sumber:mediaindonesia.com
Subscribe to:
Posts (Atom)