Tuesday, January 22, 2013

Kekuatan Rajawali

Salah satu keunggulan yang membedakan rajawali dengan jenis burung lainnya adalah saat badai atau angin kencang datang. Tidak seperti burung lainnya rajawali justru menunggu kedatangan badai. Sang Rajawali sudah siap mengembangkan sayapnya dan memperhatikan dengan pandangan visinya, kapan badai datang. Sebab itu saat badai datang dia akan menghadapinya dan menggunakan badai itu untuk melambung tinggi. Saat badai datang rajawali tidak mengepak-ngepakkan sayapnya, tetapi mengembangkan sayapnya.

Selain itu rajawali ini sadar ada saatnya dirinya perlu diperbaharui, karena itu seringkali rajawali menyediakan waktu untuk berdiam diri untuk diperbaharui. Saat sadar bahwa kekuatan sayapnya mulai berkurang, dia sabar, berdiam diri dan tidak memaksa diri untuk terbang. Dan tahukah Anda dimana dia memperbaharui dirinya? Rajawali mencari tempat yang tinggi di atas bukit batu !


Kehebatan lainnya adalah usia rajawali yang bisa mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.
Untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu.

Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.
Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. 
 
Setelah beberapa lama paruhnya yang baru akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayapnya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya.
 
Ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.
Sesungguhnya TUHAN menciptakan Rajawali untuk dipelajari manusia yang sedang merenungi dan mengeluh akan nasibnya sampai lupa bahwa dirinya lebih berharga dan lebih hebat dari burung rajawali dan ciptaan lainnya. 

Sering kali kita mengalami masa-masa yang sukar (badai) dalam hidup, tetapi semua itu baik untuk kehidupan kita. TUHAN sering memakai kesukaran dan bahkan badai hidup untuk mentransform hidup kita supaya kita menjadi manusia yang tidak mudah menyerah dan keluar sebagai pemenang dalam setiap persoalan hidup yang kita alami.

sumber: jawaban.com

No comments:

Post a Comment