Tuesday, April 19, 2011

Cara Baru Dalam Mengawasi IT Perusahaan


Perkembangan aplikasi sosial berbasis web mengancam keamanan jaringan korporasi. Aplikasi jenis ini bisa melumpuhkan keamanan jaringan, membuka data-data sensitif dan dapat mengurasi produktivitas karyawan. Demikianlah sejumlah peringatan pakar keamanan informasi yang disampaikan Joe Wang, CEO WatchGuard Technologies saat wawancara dengan Kompas.com di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (18/4/2011).

Selama ini, ada perusahaan yang secara membabi-buta sama sekali tidak memperbolehkan karyawannya mengakses alamat-alamat situs tertentu karena pertimbangan keamanan. Bahkan, sitsu jejaring sosial pun seperti Facebook ada yang dilarang. Padahal, bisa jadi Facebook bisa dimanfaatkan untuk mendukung kinerja perusahaan.
Joe Wang mengatakan, banyak perusahaan yang sudah mulai sadar dan melakukan pemblokiran misalnya pada aplikasi saja. Misalnya, mengizinkan penggunaan Facebook di kantor, tapi tidak mengizinkan aplikasi game yang ada di dalam Facebook. Kebutuhan untuk mengatur hak izin layanan inilah yang coba disediakan WatchGuard.
Aplikasi baru tersebut adalah WatchGuard Application Control. Layanan ini memberikan kemampuan untuk memonitor dan mengendalikan akses aplikasi bisnis dan web kepada para administrator TI, sekaligus menegakkan standar kebijakan keamanan, melindungi produktivitas dan bandwidth jaringan.
"Admin TI bisa mengontrol penggunaan sosial media dalam satu perusahaan berdasarkan jam, departemen, bahkan berdasarkan nama individu," jelas Joe.
Contoh penggunaan WatchGuard Application Control yang diatur per jam misalnya admin TI bisa mengatur web mana saja yang bisa dibuka antara pukul 08.00-11.00 WIB. Lalu pengaturan untuk pukul 11-13.00 WIB agar dapat mengakses Facebook, Twitter, dan sosial media lainnya. Pukul 13.00-16.00 WIB kembali ke setting pukul 08.00 pagi. Setting per jam ini tergantung kebijakan perusahaan dan admin TI masing-masing perusahaan.
Hal serupa dapat dilakukan untuk tiap departemen. Misalnya departemen tertentu boleh membuka Facebook, namun departemen lain tidak bisa. Bahkan setting bisa dilakukan per komputer individu di dalam perusahaan, bukan lagi berdasarkan IP subnet, host, host range, atau zona jaringan.
WatchGuard Application Control merupakan salah satu paket yang terintegrasi dalam WatchGuard XTM OS versi 11.4. "Untuk yang telah menggunakan WatchGuard dengan versi lama, hanya diperlukan up grade ke versi terbaru tanpa biaya tambahan. Sedangkan untuk pengguna firewall lain selain produk WatchGuard, bisa tetap menggunakan hardware yang lama, dengan syarat hardware tersebut bisa support dengan produk WatchGuard," jelas Joe.
Produk WatchGuard Security terdiri atas hardware yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, diantaranya WatchGuard XTM Series, WatchGuard XCS Series, WatchGuard Quarantine Management Server (QMS) untuk perusahaan besar, dan WatchGuard SSL. Masing-masing hardware memiliki pilihan paket berlanggan untuk software penunjang. Misalnya WatchGuard XTM Series memiliki WatchGuard XTM Subscriptions yang terdiri atas Reputation Enabled Defense, Web Blocker, spamBlocker, Gateway Antivirus, Intrusion Prevention Service (IPS).
"Perusahaan bisa memilih software apa saja yang dibutuhkan, lalu membayar lisensi sesuai pilihannya. Lisensi berlaku satu tahun," tambah Joe. Joe menambahkan, WatchGuard tidak menyarankan produknya digunakan untuk individu. Selain karena harga lisensi yang tidak murah, setting produk WatchGuard memang diperuntukkan bagi kepentingan korporasi dengan jumlah minimal 5-15 orang.
"Harga lisensi paling rendah antara lima ribu hingga delapan ribu dolar Amerika per tahun untuk perusahaan kecil berangotakan lima hingga lima belas orang. Diatas itu kami memiliki banyak level harga yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Kami tidak menyarankan digunakan untuk keluarga, namun jika ada keluarga yang mau menggunakan, tentu akan bagus untuk mengawasi anak-anak mereka," tambah Joe.
Joe Wang menyampaikan bahwa produk WatchGuard telah digunakan baik oleh pemerintahan maupun perusahaan swasta di Indonesia. "Kalau pemerintahan, saya tidak bisa katakan, namun untuk perusahaan swasta, yang sudah menggunakan WatchGuard adalah Garuda Food, Sogo Group, RCTI, Hoka-hoka Bento (franchise), Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, dan Borneo Group," tutup Joe.

sumber:kompas.com

No comments:

Post a Comment