Thursday, April 14, 2011

Pria Setengah Ton Ingin Kawin



Manuel Uribe, pria berbobot setengah ton, akhirnya bisa menurunkan bobotnya hingga 317 kg. Sekarang dia punya satu keinginan, berdiri di atas kaki sendiri untuk menikah.

Saat diwawancarai di rumahnya di Monterrey, Meksiko, Uribe hanya bisa sedikit beringsut di ranjangnya. Maksimal setengah duduk itu pun dilakukannya dengan sangat susah payah. Ia mengatakan, diet ketat membuatnya mampu melepaskan diri dari bobot 560 kg yang membuatnya mendapat rekor Guinness sebagai manusia terberat. Namun dalam dua tahun bobotnya tinggal 249 kg. 


Sekarang juga berharap wakil Guinness datang menjenguknya dan mengkonfirmasi bobotnya yang sekarang dan memberinya rekor baru, yaitu orang terhebat dalam mengurangi berat badan.
Uribe yang tahun ini merayakan ulang tahun ke-43 belum bisa berjalan berdampingan dengan tunangannya, Claudia Solis, menuju pelaminan. "Ini membuat saya frustrasi karena tidak mudah keluar (rumah)," kata Uribe yang juga tidak mampu turun dari ranjang selama enam tahun terakhir.
Upaya terakhirnya keluar dari rumah adalah saat ia hendak menghadiri pesta ulang tahun Solis ke-38. 

Namun, saat itu ia gagal karena truk yang mengangkut ranjangnya tersangkut di bawah jembatan. Uribe berjanji tidak akan menyerah. "Kami saling jatuh cinta, dan permohonan ulang tahun saya adalah bisa berdiri sehingga kami bisa menikah," katanya.
Uribe menuturkan, ia bertemu Solis (38), seorang penata rambut, empat tahun lalu. Mereka menjadi sepasang kekasih dua tahun belakangan. "Kami berpasangan. Kami berhubungan seks dan di mata Tuhan kami sudah menikah," katanya.

Solis yang menemani wawancara itu dengan bangga menunjukkan cincin pertunangan mereka yang berkilau. Ia mengatakan, hidup bersama orang yang terlalu gemuk tidak selalu mudah. "Saya memandikan dia setiap hari dan kami selalu bersama-sama. Ada saja orang yang mengatakan ini hubungan palsu, tapi yang kami punya ini nyata," kata Solis.

Solis menuturkan, semula keluarganya melarang hubungannya dengan Uribe karena suami pertamanya yang juga terlalu gemuk meninggal karena gagal napas. "Mereka khawatir saya berpacaran dengan orang gemuk lagi karena mereka berpikir suami saya akan mati juga," katanya.
Uribe, yang mantan penjual onderdil mobil itu, mengatakan, pesta ulang tahunnya akan digelar dengan sederhana, hanya makan malam bersama keluarga. "Kami berencana keluar, tapi yang terakhir itu bikin saya takut. Ketika kami menabrak kabel lampu, saya pikir kami akan tersengat listrik," katanya.

Uribe mengatakan, bobotnya melonjak tajam ketika ia pindah ke Amerika Serikat selama beberapa tahun sejak 1988. Di sana ia terlalu banyak menyantap makanan cepat saji dan menenggak minuman ringan.

Operasi sedot lemak yang merusak simpul getah bening memicu timbulnya tumor seberat sekitar 100 kg di kedua kakinya. Tumor itulah yang membuatnya tidak bisa berjalan. "Ini semua akibat makanan sampah," katanya.

Sekitar dua tahun lalu, satu tim dokter menolong Uribe dengan mengubah kebiasaan makannya dan mengatasi kegemukan yang luar biasa itu. Sekarang, ia makan lima kali sehari dengan porsi kecil, dengan daging ayam, daging sapi, telur dadar, buah dan sayur. Sambil duduk di ranjang, Uribe berlatih mengangkat beban dan mengayuh roda dengan tangannya.

Ia berharap perjuangannya itu menjadi inspirasi bagi orang-orang senasib. Ia juga mendirikan Manuel Uribe Foundation tahun ini, tujuannya mendidik orang tentang gizi dan bertempur melawan kegemukan. Meski tidak seekstrim Uribe, banyak orang mengalami kegemukan parah. Sedangkan Solis lebih terfokus pada hadiah yang akan diberikan.  "Sebuah keajaiban dia masih hidup. Ia akan berusia 43 tahun, ini harus kami rayakan," katanya.

sumber: jawaban.com

No comments:

Post a Comment