Saturday, April 6, 2013

KRL ekonomi dihapus, warga Jabodetabek ‘teriak’

LENSAINDONESIA.COM : Pasca informasi akan dihapuskan Kereta Api Listrik (KRL) Ekonomi Jabodetabek, para pengguna KRL Ekonomi teriak. Pasalnya, harga tiket KRL Ekonomi lebih murah (sekitar Rp 2.000,00 untuk jarak jauh maupun dekat) dibandingkan harga KRL AC Ekonomi Commuter Line yang harga tiketnya mencapai Rp 9.000,00.  Hal ini membebani para pengguna KRL, terutama masyarakat kelas bawah.

Suryadi (35) merupakan salah satu penumpang yang menolak kebijakan ini. Warga Bojong ini mengatakan bahwa penghapusan KRL Ekonomi secara betahap sangat memberatkan pengguna KRL Ekonomi khsusunya orang kecil.

“Ya, kalau jadi KRL Ekonomii dihapus, kita keberatan karena ongkos (tiket) kereta Api AC Ekonomi Commuter Line Rp 9 ribu,tapi kalau Ekonomi kan cuma RP 2 ribu,” ujar pria yang juga pegawai swasta di kawasan Mangga dua , kota, Jakarta saat ditemui LICOM, di Stasiun Pasar Minggu, Sabtu (6/4/13).

Suryadi berharap bahwa agar PT KAI atau pemerintah mengkaji ulang penghapusan KRL Ekonomi tersebut. Pasalnya, penghapusan ini dapat memberatkan warga, bahkan bisa membuat warga menjerit.

Seperti diketahui, PT. KAI secara bertahap akan menghapus KRL Non-AC. Penghapusan kereta ini bukanlah permanen. Pasalnya, PT. KAI menyiapkan KRL AC Ekonomi Commuter Line. Dalam proyeksinya, KRL AC Ekonomi Commuter Line akan menggunakan jadwal baru.  Saat ini, PT. KAI hanya baru melakukan percobaan di Bekasi dan Serpong. Sayangnya, harga tiket masih menjadi kendala PT. KAI untuk merealisasikan program ini karena pengguna merasa keberatan dengan harga baru tersebut.@aguslensa

alexa ComScore Quantcast Google Analytics NOscript

Andrian Pratama @lensaindonesia 06 Apr, 2013
enclosure:


-
Source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/06/krl-ekonomi-dihapus-warga-jabodetabek-teriak.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment