Saturday, May 18, 2013

Ingin hidup sehat, coba terapi air, bro!

LENSAINDONESIA.COM: Setiap manusia pasti membutuhkan air. Air merupakan kebutuhan dasar manusia dalam menjalani kehidupan. Tanpa air, manusia dapat mengalami berbagai penyakit seperti sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan tidur.

Saat ini, beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar terapi air. Terapi air merupakan cara relaksasi dengan menenggelamkan atau memasukkan bagian/semua organ tubuh ke dalam air. Berikut ada beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan terapi air seperti yang dikutip dari areadewasa.com,

Baca juga: Busa dan Bau 'Kentut' di KBT Akibat Turbulensi di Pintu Air, Bro! dan Air PDAM Jakarta Mati, Air Isi Ulang Jadi Juara

1.       Nyeri Otot
Hingga saat ini, banyak orang sering mengalami nyeri otot seusai maupun saat berkegiatan. Ternyata, penyakit ini dapat disembuhkan dengan cara terapi air. Berdasarkan Sebuah studi pada tahun 2007 yang dipublikasikan dalam Journal of Strength and Conditioning Research, terapi air yang kontras (panas dan dingin) dapat meringankan nyeri otot. Pelaksanaan terapi air bergantian dapat memulihkan nyeri otot, apalagi setelah latihan berat.

Caranya : Rendam bagian tubuh yang terasa nyeri pada air hangat selama 3 menit, kemudian segeralah berpindah ke air dingin dan rendam selama sekitar 30 detik. Ulangi sebanyak 2 kali dan akhiri dengan membilasnya dengan air dingin.

2.       Sakit Kepala

Tidak sedikit orang sering mengalami sakit kepala. Umumnya, sakit kepala disebabkan oleh pembuluh darah yang melebar ke otak. Johnathan Werynski, ahli hidroterapi dari Canadian College of Massage and Hydrotheraphy menuturkan, penyakit sakit kepala dapat diobati dengan menggunakan air dingin. Hal ini dapat mengurangi rasa sakit di kepala.

Caranya : Rendam tangan atau kaki ke dalam baskom berisi air es selama 30 detik–10 menit. Ini dapat mengubah tekanan terhadap peredaran darah di otak. Anda juga dapat mengompres kepala dengan air dingin. Jika sakit kepala disebabkan oleh ketegangan pada leher dan bahu, basahi handuk dengan air panas dan terapkan ke area bahu untuk mengurangi rasa sakit.

3.       Sinusitis
Sinuisitis merupakan penyakit peradangan, atau pembengkakan, dari jaringan yang melapisi sinus. Biasanya sinus berisi udara, tetapi juga berisi cairan, kuman yang mengarah pada infeksi. Tidak sedikit orang ingin mengobati penyakit sinuisitis. Ternyata, mengobati penyakit ini dapat dilakukan dengan terapi air. Meghan Bauer, seorang ahli naturopati di Toronto menjelaskan, terapi air dengan air panas dapat mengobati Sinuisitis. Air Panas dapat mengarahkan aliran darah dari kepala dan sinus menuju kaki. Alhasil, nyeri sinuisitis dapat dikurangi.

Caranya : Bungkus diri Anda di dalam selimut kemudian rendam kaki dengan air hangat yang cukup panas dan kompreslah kepala dan bagian belakang leher dengan air dingin secara bersamaan. Setelah 10-30 menit, bilas kaki dengan menggunakan air dingin.

4.       Radang Sendi
Para ahli hidroterapi saat ini telah membuktikan bahwa terapi air dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas sendi pada penderita arthritis.

Caranya : Rendam bagian tubuh yang terpengaruh oleh arthritis dalam air es atau kompres bagian tersebut dengan es yang dibungkus handuk.

5.       Gangguan Tidur
Ternyata, mandi dapat memberikan efek menenangkan dan dapat mempromosikan tidur yang telah dibuktikan oleh berbagai penelitian. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies, melaporkan, mandi air hangat dapat meningkatkan kualitas tidur pada para lansia dan membantu orang yang menderita insomnia untuk tidur lebih cepat.

Caranya : Mandi atau berendamlah dalam air hangat dan tempatkan kain dingin di dahi atau bagian belakang leher. Hal ini dapat memberi efek hangat pada tubuh sekaligus sejuk di kepala untuk mengatasi kelelahan.@andrian

alexa ComScore Quantcast Google Analytics NOscript

Andrian Pratama @lensaindonesia 18 May, 2013
enclosure:


-
Source: http://www.lensaindonesia.com/2013/05/18/ingin-hidup-sehat-coba-terapi-air-bro.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment