Thursday, May 9, 2013

Direktur Lembaga Pemilihan ‘gembosi’ ARB sulit jadi presiden

LENSAINDONESIA.COM: Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai peluang Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Aburizal Bakrie untuk menjadi presiden sangat kecil. Pasalnya, pria yang akrab disapa Ical itu berasal dari kalangan ekonomi elit alias konglomerat.

“Dari aspek latar belakang sosial ekonomi pemimpin bukan dari kalangan konglomerat, karena masyarakat kita cenderung menolak konglomerat,” ujar Boni dalam diskusi yang bertajuk ‘Hitam Putih Capres 2014: Siapa Pantas, Siapa Tidak?’ di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (09/05/2013).

Baca juga: Rizal Ramli 'ngotot' Nyapres dalih tingkatkan ekonomi bangsa dan PKPI: Pemimpin Indonesia harus tahu masalah Indonesia

Boni seolah tak peduli dianggap ‘gembosi’, ia tetap mengingatkan bahwa kecenderungan penolakan masyarakat itu sudah terbukti  dengan kekalahan Jusuf Kalla (JK) pada pemilu 2009 lalu. JK saat itu berpasangan dengan Wiranto menempati posisi paling buncit dari tiga kandidat yang ada.

Lebih lanjut, Boni menjelaskan, hasil yang mengecewakan bagi Partai Golkar saat itu dipengaruhi latar belakang JK sebagai pengusaha sukses. Pasalnya, masyarakat menilai para konglomerat bukanlah bagian dari mereka. Oleh sebab itu, masyarakat kesulitan untuk bersimpati pada kalangan konglomerat.

“Masyarakat masih menganggap konglomerat sebagai minoritas yang memiliki privilage dan tidak mengambil bagian dalam penderitaan rakyat,” terangnya. @yuanto

alexa ComScore Quantcast Google Analytics NOscript

Andrian Pratama @lensaindonesia 09 May, 2013
enclosure:


-
Source: http://www.lensaindonesia.com/2013/05/09/direktur-lembaga-pemilihan-gembosi-arb-sulit-jadi-presiden.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment