Friday, May 10, 2013

Taiwan protes insiden tewasnya nelayan akibat ditembak tentara filipina

LENSAINDONESIA.COM: Taiwan menuntut penjelasan dan permintaan maaf dari Filipina setelah seorang nelayan Taiwan tewas ditembak di kawasan perairan yang dipersengketakan.

Kementrian Luar Negeri Taiwan mengatakan insiden terjadi Kamis 9 Mei di perairan sekitar 315 km dari lepas pantai Taiwan Selatan.

Baca juga: Sir Alex mundur, saham United turun dan Terkubur 17 hari, korban reruntuhan Bangladesh selamat

Sebuah perahu nelayan ditembak oleh kapal yang menurut pihak Taiwan dimiliki oleh pemerintah Filipina dan menewaskan Hung Shih-cheng, yang berusia 65 tahun. Perahu itu dilaporkan membawa empat awak saat ditembak.

Menteri Luar Negeri Taiwan, David Lin, mendesak pemerintah Filipina untuk melaksanakan penyelidikan yang menyeluruh atas insiden, yang dikecamnya dengan keras.

Sementara Menlu Filipina, Albert del Rosario, mengatkan kepada kantor berita AFP bahwa dia belum bisa mengukuhkan laporan dari pihak Taiwan dan akan memeriksanya.

Angkatan Laut Filipina sudah membantah keterlibatan dalam insiden dengan menegaskan tidak ada kapal mereka yang berada di wilayah tersebut.

“Angkatan Laut Filipina membantah keterlibatan di dalam insiden ketika seorang nelayan Taiwan dilaporkan ditembak serta terluka dan menyebabkan kematian,” seperti tertulis dalam peryataannya.

Ketegangan Jepang dan Cina meningkat terkait kepemilikan Pulau Senkaku atau Diayou. Bagaimanapun pasukan penjaga pantai, yang merupakan unit yang terpisah dari AL Filipina, belum mengeluarkan tanggapan resmi.

Taiwan sudah mengerahkan pasukan penjaga pantainya untuk membantu para nelayan Taiwan itu di kawasan yang menurut kedua belah pihak berada dalam zona ekonomi eksklusif sejauh 200 mil.

Di masa lalu, pihak berwenang Filipina sudah beberapa kali menangkap nelayan Taiwan di wilayah perairan yang masih menjadi sengketa namun tidak pernah ada insiden penembakan sebelumnya, seperti dilaporkan wartawan BBC, Cindy Sui, dari Taipei.

Wilayah perairan di Laut Cina Selatan yang menjadi lokasi insiden selama bertahun-tahun ini menjadi sengketa dari beberapa negara, seperti Cina, Taiwan, Filipina, Malaysia, Vietnam dan Brunei.

Beberapa waktu belakangan, ketegangan tampak meningkat terkait kawasan tersebut setelah Cina mengambil langkah yang asertif.

Pekan ketiga April, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, memperingatkan Cina agar tidak mendarat di kepulauan yang diperebutkan kedua negara.

Jepang menyebut kepulauan itu sebagai Senkaku sedang Cina memberi nama Diaoyu. Tahun lalu, Filipina dan Cina terlibat ketegangan selama beberapa pekan sampai mengerahkan kapal masing-masing di kawasan laut dangkal Scarborough.

alexa ComScore Quantcast Google Analytics NOscript

Catur Prasetya @lensaindonesia 10 May, 2013
enclosure:


-
Source: http://www.lensaindonesia.com/2013/05/10/taiwan-protes-insiden-tewasnya-nelayan-akibat-ditembak-tentara-filipina.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment