Wednesday, April 24, 2013

Carok berdarah kampung kemuning, Bangkalan - Girilaya Real Groups

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

LENSAINDONESIA.COM: Tak terima sang ayah menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit karena kalah carok (perang senjata tradisional Madura). Sang anak pun nekat membalas dendam dan membunuh musuh ayahnya.

Adalah Marzuki alias Suki bin Manaf (31), warga Kampung Raas Dusun Raas Desa Kemuning Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan. Zuki menuntaskan dendamnya usai membabat sekujur tubuh Mat Ikhsan, warga Kampung Goa Dusun Soket Laok Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan musuh ayahnya dengan duel maut satu lawan satu dengan menggunakan clurit.

Baca juga: Antisipasi penimbunan BBM, Polda Jatim terjunkan lima ribu personilnya dan Irjen Pol Untung S Rajab bantah ambisi maju Cagub Jatim, hindari Korup

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib menjelaskan, peristiwa berdarah yang menewaskan Manaf dan Mat Ikhsan tersebut sebenarnya berawal dari kesalahpahaman yang berujung dengan pertarungan keduanya dan dilanjutkan pertarungan Marzuki melawan Mat Ikhsan dengan menggunakan senjata tajam jenis clurit.

"Peristiwa berdarah itu terjadi Rabu (15/8) tahun 2012 lalu, sekitar pukul 17.30 Wib di depan rumah Mat Ikhsan di Kampung Goa Desa Soket Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan, " ujar Hilman, Rabu (24/4/2013).

Awalnya, lanjut Hilman, Manaf menegur Lukman yang masih keponakan Mat Ikhsan. Ayah tersangka itu menegur Lukman karena ada perilaku Lukman yang kurang sopan sehingga oleh Manaf diperingatkan.

"Ternyata, teguran itu diartikan lain oleh Lukman. Ia kemudian melaporkan hal itu ke Mat Ikhsan, pamannya. Sadar bahwa keduanya masih ada hubungan saudara dan tidak ingin permasalahan itu diperpanjang dikemudian hari, Manaf kemudian mengajak tersangka untuk mendatangi rumah Mat Ikhsan," urai Hilman.

Maksud kedatangan Manaf dan tersangka itu, sambung Hilman, tak lain ingin meminta maaf dan teguran yang sudah Manaf lakukan ke Lukman itu diabaikan saja. Mat Ikhsan yang tidak terima keponakannya ditegur ayah tersangka, menantang ayah tersangka untuk duel dengan menggunakan clurit.

"Tantangan itu ternyata diterima ayah tersangka. Keduanya pun terlibat perkelahian dengan menggunakan clurit. Naas bagi ayah tersangka. Beberapa sabetan clurit Mat Ikhsan kemudian membuat ayah tersangka roboh bersimbah darah. Ayah tersangka ini akhirnya dilarikan ke rumah sakit Bangkalan," ungkap Hilman.

Masih menurut Hilman, emosi tersangka makin tidak terbendung begitu mengetahui sang ayah menghembuskan nafas terakhir dan tidak tertolong jiwanya. Tersangka yang tidak terima ayahnya meninggal karena kalah adu carok kemudian mendatangi rumah Mat Ikhsan.

"Begitu bertemu dengan Mat Ikhsan, tersangka kemudian mengayunkan clurit yang sudah dibawahnya itu kearah tubuh Mat Ikhsan. Dengan beberapa kali tebasan, clurit tersangka itu mengenai lengan kiri dan punggung sebelah kiri. Mat Ikhsan pun roboh, " tandasnya.

Kasubdit III Jatanum Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Heru Purnomo menambahkan, begitu mengetahui lawannya roboh, tersangka kemudian melarikan diri.

"Setelah delapan bulan melarikan diri, tersangka dapat kami tangkap di sebuah pondok pesantren di Kampung Dengtengah Desa Langalang Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan, Rabu (10/4), pukul 17.30 Wib. Disana, tersangka menjadi santri," ujar Heru.

Guna proses hukum lebih lanjut, tersangka kemudian dibawa ke Polda Jatim. Polisi juga sudah menyita beberapa barang bukti, diantaranya 3 buah clurit yang dipakai duel. Tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat (3) jo pasal 338 KUHP. @rakhman_k

alexa ComScore Quantcast Google Analytics NOscript

Catur Prasetya @lensaindonesia 24 Apr, 2013
enclosure:


-
Source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/24/carok-berdarah-kampung-kemuning-bangkalan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment