Thursday, April 25, 2013

Atasi banjir, Komisi C minta pemkot bikin blue print baru - Girilaya Real Groups

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

LENSAINDONESIA.COM: Kondisi Kota Surabaya yang masih kerap tergenang banjir ketika hujan turun lebat mendapat perhatian serius dari Komisi C DPRD Surabaya. Komisi yang membidangi masalah pembangunan itu menilai, solusi untuk mengatasi masalah itu adalah dengan blue print baru untuk penataan kota Surabaya.

“Percuma saja Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Izin Mendirikan Bangunan (IMB) cukup besar, kalau uangnya hanya habis untuk ngurusi banjir. Agar efektif, harusnya Pemkot punya blue print baru terkait penataan kota,” kata Alim, sapaan Sachiroel Alim Anwar.

Baca juga: Komisi C sesalkan terhambatnya Proyek Box Culvert dan Ernawati: Gotong royong warga sangat membantu Pemkot atasi banjir

Berdasarkan data yang ada di komisinya, Alim menyebut Pendapatan asli daerah (PAD) dari IMB terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jika tahun 2010 dan 2011 mendapatkan Rp 20 miliar dan Rp 30 miliar. Maka pada tahun 2012 jumlah melonjak menjadi Rp 60 miliar. “Tahun 2013 ini saja, total anggaran untuk penaggulangan banjir mencapai Rp 388 miliar,” ungkapnya.

Selain membuat blue print, langkah lain yang bisa ditempuh pemerintah kota (pemkot) agar Surabaya tidak menjadi DKI jakarta ketika musim hujan datang adalah dengan melakukan peremajaan kota, menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan membangun vertical housing.

“Kawasan yang terendam banjir terus bertambah. Paling baru, wilayah Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut kini juga mulai kena banjir bila hujan lebat,” beber legislator dari Partai Demokrat (PD) itu.

Dari hasil hearing (dengar pendapat) dengan sejumlah pakar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang pernah digelar. Data menyebut tiap tahun terjadi penurunan permukaan tanah Kota Surabaya. Disinyalir, banyaknya bangunan baru dan penyerapan air tanah secara besar-besaran menjadi pemicu turunnya tanah.

“Akibatnya, terjadi intrusi atau masuknya air laut ke daratan. Intrusi menyebabkan rongga-rongga dalam bumi. Artinya, Semakin banyak pemkot `mengobral` IMB, akan semakin bertambah pula beban permukaan bumi Surabaya," tandasnya.@iwan_christiono/*

alexa ComScore Quantcast Google Analytics NOscript

Andiono Hernawan @lensaindonesia 25 Apr, 2013
enclosure:


-
Source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/25/atasi-banjir-komisi-c-minta-pemkot-bikin-blue-print-baru.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment