Monday, April 8, 2013

Tragis, kebijakan untuk petani malah jadi ajang cawe-cawe pejabat

LENSAINDONESIA.COM: Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) menyayangkan terjadinya gejolak harga bahan pokok seperti daging sapi dan bawang.

Pasalnya, gejolak ini disebabkan oleh koordinasi masalah administrasi dan regulasi yang menghabiskan energi bagi para pejabat. Hal ini tentunya membuat masalah substansi, berupa peningkatan produksi, produktivitas, daya saing, dan pendapatan petani terabaikan.

Baca juga: Said Didu: DIS Juga Harus Hadir Jika DPR Panggil Direksi BUMN

Demikian disampaikan Ketua Himpunan Alumni IPB Muhammad Said Didu kepada LICOM dalam keterangan persnya.

“Pembangunan pertanian harusnya lebih mengarah pada koordinasi program dan bukan berupa pemusatan proyek karena banyak kewenangan sudah berada di daerah,” tegasnya.

Titik berat yang harusnya jadi perhatian pusat adalah riset, pengembangan SDM, dan penataan kebijakan insentif bagi pertanian.

Selain itu, Said yang bekas Sekretaris Menteri BUMN ini juga sangat menyayangkan bahwa kebijakan yang ditujukan untuk memberikan perlindungan kepada pelaku pertanian (petani, nelayan, peternak) justru dimanafaatkan oleh pihak tertentu.

“Bahkan, kebijakan untuk melindungi petani ini digunakan pimpinan parpol untuk melakukan lobby transaksional sehingga merugikan petani dan konsumen. Perilaku ini pun berpotensi mengganggu stabilitas makro ekonomi,” demikian Said. @ari

alexa ComScore Quantcast Google Analytics NOscript

Ari Purwanto @lensaindonesia 08 Apr, 2013
enclosure:


-
Source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/08/tragis-kebijakan-untuk-petani-malah-jadi-ajang-cawe-cawe-pejabat.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment