Monday, May 20, 2013

Ayah korban tak tahu alasan anaknya `disemen` Solihin

LENSAINDONESIA.COM: Setelah tiga kali ditunda, sidang lanjutan Solihin, pelaku pembunuhan terhadap bocah 3,5 tahun bernama Fachri Romadhon, Senin (20/5/2013) akhirnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim Suhartoyo SH.MH ini, sidang mengagendakan saksi dari ayah korban Misnawi, dan Mukhtadir, tetangga terdakwa sekaligus penemu mayat korban.

Baca juga: Kasus `live seks show` segera disidangkan di PN Surabaya dan Oknum anggota DPRD Sampang 'Cabul' segera disidang di PN Surabaya

Misnawi mengatakan tidak tahu menahu penyebab kenapa terdakwa membunuh anaknya, “Saya tidak tahu dan tidak pernah ada masalah dengan terdakwa,” kata Misnawi.

Ditanya hakim apakah ada desas-desus bahwa terdakwa mengalami gangguan jiwa, Misnawi membantah, sepengetahuannya Solihin waras seperti orang pada umumnya. “Seminggu sebelum kejadian saya lihat dia dan warga menyiapkan acara Maulid Nabi di tempat kami,” katanya.

Sementara, saksi Mukhtadir menceritakan awal mula penemuan mayat korban. “Saya mencium bau busuk di gudang tempat terdakwa. Saat bersama warga masuk, kami melihat jasad korban telentang dengan keadaan kaku disemen kering,” kata Mukhtadir.

Seperti diketahui, dalam sidang pembacaan dakwaan sebelumnya, Solihin didakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) Eko Nugroho terbukti dengan sengaja membunuh Fachri, putera kelima pasangan Misnawi dan Zubaidah.

Solihin dijerat JPU dengan Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman pidana maksimal mati atau minimal 20 tahun. “Ancaman minimal 20 tahun. Terdakwa juga sudah jalani tes kejiwaan dan dalam catatan kejahatan pernah ditahan melakukan penganiayaan,” kata JPU Eko Nugroho.

Kronologi pembunuhan ini bermula pada Sabtu (16/2/2013), Solihin mengaku melakukan pembunuhan lantaran dendam dengan orang tua Fachri yang pernah menegur dirinya. Lantas, pada hari kejadian saat melihat korban sendirian di teras rumah, Ia lalu menyeret korban dan membantingnya berkali-kali di tiga tempat berbeda hingga tewas.

Selang dua hari sejak meninggal dunia, jasad Fachri mulai membusuk. Untuk menutupi aksi kejinya, tersangka menyemen tubuh bocah itu hingga kaku layaknya patung.

Sejak tertangkap pada Selasa (19/2/2013) lalu, Solihin sempat mengikuti beberapa tes kejiwaan di Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Meski demikian polisi menyatakan kondisi kejiwaan pria asal Sampang, Madura, itu dalam keadaan baik dan hanya kondisi emosionalnya labil. @ian_lensa

alexa ComScore Quantcast Google Analytics NOscript

Andiono Hernawan @lensaindonesia 20 May, 2013
enclosure:


-
Source: http://www.lensaindonesia.com/2013/05/20/ayah-korban-tak-tahu-alasan-anaknya-disemen-solihin.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment